Malamnya Nyabu Siangnya Nyapu
Januari 23rd, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Siapa sih yang tidak emosi mendengar berita mengenaskan tentang aksi mobil menabrak pedestrian (baca: pejalan kaki)? terlebih bukan cuma satu orang saja korbannya, melainkan lebih dari 5 orang, pasti semua nya emosi bukan kepalang kan?!
Sembilan nyawa lenyap sia-sia ditabrak mobil Xenia yang dikemudikan seorang perempuan bertubuh gempal yang katanya baru saja usai pesta Narkotika di salah satu klub malam yang ada di Jakarta Pusat pada malam minggu kemarin (21 Januari 2012) bersama teman-temannya. Pelaku bernama Apriyani Susanti (29th), berkulit hitam dan berkacamata tebal terlihat masih santai sambil menggenggam handphonenya usai menabrak lima orang, MATI DITEMPAT pada hari Minggu nya (22 Januari 2012) di kawasan Tugu Tani,Jakarta. Coba perhatikan deh foto yang saya capture dibawah ini dari video yang saya terima:

Jika kita lihat foto diatas, kemungkinan beliau usai menghubungi keluarga atau kerabatnya karena insiden tersebut, atau mungkin juga karena pengaruh narkoba makanya beliau masih belum sadar apa yang sedang terjadi. Menurut berita dari Tribunnews.com sih katanya beliau mencoba menghubungi sang Ibu.
Apriyani Susanti adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan Production House, lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan broadcasting ini menurut kabar yang beredar sebelum melindas para pedestrian, malamnya sempat minum whisky dan menelan beberapa obat terlarang disalah satu klub malam yang ada dijakarta, seperti gambar yang saya dapat via whatsapp dibawah ini:
Malamnya nyabu siangnya nyapu orang-orang gak bersalah, ckckck.. menurut beberapa media online yang saya baca, Apriyani sudah dinyatakan sebagai Tersangka, ironisnya beliau bakal didakwa hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara dan denda 12 juta saja…
kenapa? Gak adil ya? Ya begitulah hukum di Indonesia, yang nyolong sendal aparat aja cuma 6 tahun kok.
Berikut video amatir yang beredar usai tragedi mengenaskan di kawasan Tugu Tani (Minggu, 22 Januari 2011 pukul 11.00) :
Seandainya anda diberikan hak untuk mengukum pelanggar hukum seperti Apriyani, hukuman apakah yang pantas diberikan?
Namun, perlu kita sadari bahwasanya kesalahan bukan hanya ada pada seorang Apriyani saja karena peluang kesalahan serupa bisa saja terjadi pada diri kita. Faktor lain yang seharusnya bisa di antisipasi bisa seperti :
- Maksimalnya kerja keras aparat hukum dalam hal menindak keras jaringan Narkoba di Diskotik, Tempat Pelacuran, Hotel, dll. Kalau perlu tutup semua tempat seperti itu di Ibukota maupun kota-kota lain, akan tetapi buat saja di beberapa pulau terpisah seperti yang ada di pulau seribu dll.
- Infrastruktur fasilitas umum, seperti rambu kecepatan maksimal atau tinggi trotoar yang memadai dll. sebagai upaya keselamatan umum.
- Pendidikan safety riding secara maksimal tentang bahaya mengantuk, mabuk dalam berkendara dll. sehingga sedikit mengingatkan para pengguna jalan untuk lebih mawas diri sebelum berkendara.
Well, hikmahnya adalah kita semakin sadar bahwa kehidupan bisa berakhir kapan saja dan dimana saja tanpa bisa di tebak! Sudah siapkah amal ibadah kita? hmm..
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un (”Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.”)